Pembuatan Telor Asin

30 Mar

Telur asin adalah telor yang diawetkan dengan cara diasinkan menggunakan metode pemberian garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak.
Di daerah Brebes Jawa Tengah, dikenal sebagai daerah penghasil utama telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-masing produsen memiliki trade mark sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur.

Telor asin berkualitas

Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, “kering” (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.
Anda berminat berminat memiliki usaha sampingan sebagai pembuat telor asin ?!?
Berikut ini adalah cara pembuatan telor asin yang mungkin berguna untuk anda.

Tahapan-tahapan dalam proses pengasinan

Buat adonan pengasinan:

  • Campurkan abu gosok dan garam dengan perbandingan 1:1 kemudian campurkan air secukupnya hingga adonan berubah menyerupai pasta, selain abu gosok kita juga dapat menggunakan bubuk bata merah yang telah di haluskan.
  • Bungkus telur dengan adonan tadi dengan tebal kurang lebih 2mm.
  • Simpan telur pada wadah pelastik selama 2-3 minggu di ruang terbuka (semakin lama telur disimpan akan semakin awet tapi, telur juga akan semakin asin)
  • Setelah selesai bersihkan telur hingga bersih dari sisa adonan dan pastikan kulit telur tidak pecah.
  • Agar lebih tahan lama kita dapat merendam telur yang sudah di bersihkan pada larutan air teh untuk menutup pori-pori telur yang terbuka saat proses pengamplasan.
  • Masak telur hingga benar-benar masak.

Proses Membuat Telur Asin

  • Yang pertama, pilih telur yang berkualitas bagus (saya rekomendasikan menggunakan telor bebek karena terbukti memiliki kandungan gizi yaang tinggi jika dibandingkan yang lain).
  • Kedua, cuci dan bersihkan telur dari kotoran yang melekat, disarankan menggunakan air hangat.
  • Ketiga, keringkan telur tersebut menggunakan lap agar lebih cepat.
  • Dan yang ke empat, amplas seluruh permukaan telur secara merata agar pori-porinya terbuka, jangan terlalu lama mengamplas permukaan telur karena permukaan telur akan semakin tipis dan mudah pecah.

Pengamplasan kulit telor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: