Makna Kebebasan

17 Jan

“Kebebasan adalah hak. Hak yang di berikan Tuhan semenjak lahir
Sering kali kita mendengar kalimat tersebut di atas. Akan tetapi, apakah memang benar bahwa “kebebasan itu adalah hak..?!?!
Tapi apa benar kita punya kebebasan ?!?

Kebebasan secara umum dimasukan dalam konsep dari filosofi politik dan mengenali kondisi dimana individu memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.

Individualis dan konsepsi liberal dari kebebasan berhubungan dengan kebebasan dari individual dari luar keinginan; sebuah prespektif sosialis, di sisi lain, mempertimbangkan kebebasan sebagai distribusi setara dari kekuasaan, berpendapat kalau kebebasan tanpa kesamaan jumlah ke dominasi dari yang paling berkuasa.

John Stuart Mill, dalam karyanya, On Liberty, merupakan pertama yang menyadari perbedaan antara kebebasan sebagai kebebasan bertindak dan kebebasan sebagai absennya koersi. Dalam bukunya, Two Concepts of Liberty, Isaiah Berlin secara resmi merangka perbedaan antara dua prespektif ini sebagai perbedaan antara dua konsep kebebasan yang berlawanan: kebebasan positif dan kebebasan negatif. Ini penting ntuk dipahami. Undang-Undang memang memberi kita ruang untuk mengatualisasikan makna kebebasan. Akan tetapi, ketika sebuah kebebasan di tabrakkan dengan nilai-nilai kebenaran, akan tampak wajah aslinya bahwa kebebasan bukanlah hak mutlak yang di berikan Tuhan buat kita. Kebebasan yang di jamin oleh negara adalah kebebasan yang positif. Seperti kebebasan melaksanakan ibadah, kebebasan memilih keyakinan dan atau kebebasan positif yang lainnya. Benar memang, negara menjamin kebebasan, akan tetapi, bukan berarti kita bebas melakukan apa saja seperti memindahkan TV dari ruang tamu rumah tetangga ke kamar kita (itu mah nyolong namanya,Gan.).
Penggunaan lain kemudian sebuah kondisi negatif di mana individu dilindungi dari tirani dan arbrituari yang dilakukan oleh otoritas, sementara yang sebelumnya memasukan hak untuk memakai hak sipil.
Seperti para koruptor kelas kakap yang ngembat duit rakyat milyaran rupiah masih bisa lenggang kangkung pelesiran ke Bali, nonton pertandingan tenis kelas dunia ato apalah bentuknya, sementara maling kelas “tong sampah”, yang cuman nyolong ayam dijadikan bulan-bulanan.

=D =D =D

Saya ingat sesumbar teman saya yang mengatakan bahwa dia adalah penganut paham kebebasan. Akan tetapi, beli indomie ke Indomart sebelah rumah aja, di interogasi terlebih dahulu sama sang bini. Ĥē..ĥě..ĥě…
Kebebasan yang mana ya yang di maksud ??!!
Kebebasan dari “hongkong” ?!?
😉 =D😀

Stuart Mill menawarkan penelusuran dalam pernyataan dari tirani lembek dan kebebasan mutual dengan prinsip gangguan. Keseluruhan, penting untuk memahami konsep ini ketika mendiskusikan kebebasan karena semuanya mewakili bagian kecil dari teka-teki besar yang dikenal dengan Kebebasan (filosofi). Dalam pengertian filosofis, moralitas harus berada di atas tirani dalam semua bentuk pemerintahan yang sah. Jika tidak, orang akan dibiarkan berada dalam sistem sosietal yang diakari oleh keterbelakangan, ketidakteraturan, dan regresi

Demikian makna “kebebasan” yang ada di kepala saya. Apakah anda termasuk orang yang bebas ?!?

SALAM KEBEBASAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: